dentum berdentummenyembul
hulu hilir mengalir mengaduk rasa
menyentuh dahaga jiwa entah kemana
kring..kring bunyi telepon tak jua kau angkat
menaruh harapan pada tua renta tinggal matinya saja
hunus tubuh meracau kacau
menari nari haram haram katanya
ah...ku tak jua jera
bajinguk terlena biarkan saja
henti hentikan kau kutanya
dan kutahu kau masih terlena
mencibir duka menghasut jingga
namun ku suka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar